Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jokowi Soroti Kriminalitas: Jakarta Timur Perlu Perhatian Khusus

Written By C. SUkandi on Jumat, 01 Maret 2013 | 00.35

Jakarta - Angka kriminalitas di Jakarta Timur melonjak tajam. Beragam aksi kejahatan yang terjadi di kota itu menyedot perhatian Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk memberantasnya.

"Itu perlu perhatian khusus di Timur karena paling padat," kata Jokowi mengomentari tingginya tingkat kriminalitas di Jakarta Timur.

Hal ini disampaikan Jokowi di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2013). 

Jokowi sudah memerintahkan aparat Satpol PP diberdayakan menjaga titik-titik yang rawan kejahatan.

"Tiga hari lalu saya perintahkan itu tunggu 24 jam. Terminal yang rawan. Ini juga aparat kepolisian sebagai penanggung jawab. Kami prosesnya membantu," ujar ayah 3 anak ini.

Kriminalitas yang mencolok belakangan ini antara lain dugaan pelecehan seksual oleh guru SMA di Jakarta Timur (Jaktim), ibu kandung yang tega membenamkan putranya gara-gara depresi, kasus dugaan sodomi dengan tersangka Syaiful dan Briptu Eko terhadap bocah 5 tahun di Ciracas.

Ada juga kasus perampokan nasabah Bank Mandiri, BNI dan seorang pegawai swasta di Penggilingan. Lalu ada perampokan sadis di Ciracas yang menewaskan siswa SMA bernama Kriston dan ayah dua anak, Jamhari.

Jokowi Kalkulasi Perkecil Jual Beli Nomor Pelat Ganjil-Genap

Written By C. SUkandi on Kamis, 28 Februari 2013 | 04.29

Jakarta - Munculnya sejumlah pemohon pelat ganjil atau genap yang dikenakan pungutan hingga ratusan ribu rupiah membuat heran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Sebab, kebijakan pembatasan kendaraan pribadi berdasarkan nopol belum dijalankan. Jokowi juga mencari cara agar warga tak mengakali sistem itu.

"Ganjil-genap mulai saja belum kok, kan masih proses kalkulasi," ujar pria yang akrab disapa Jokowi ini di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2013).

Menurut Jokowi, kalkulasi penerapan pembatasan kendaraan tersebut harus didiskusikan dengan Polda Metro Jaya. Hasil kalkulasi ini juga belum diterima Jokowi, sehingga ia cukup bingung dengan adanya kabar pungli permohonan plat nopol.

"Oleh sebab itu, Pemprov harus banyak bicara dan diskusi dengan Polda, sehingga bisa membuat perhitungan seperti itu. Jangan sampai kebijakan seperti itu tanpa kalkulasi. Wong kalkulasinya belum sampai ke meja saya kok. Hitung-hitungannnya harus jelas, berapa persen mengurangi kemacetan, mengurangi pengguna mobil, kemudian kemungkinan memperkecil adanya pesanan-peasanan nomor itu. Itu yang saya minta," ujar Jokowi menerangkan.

Mantan walikota Solo ini menambahkan kebijakan pembatasan plat ganjil-genap ini juga akan berlaku untuk para pejabat eselon DKI Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, Jokowi berani menyatakan dirinya ikut aturan ini.

"Kena (eselon), Iya saya juga kena. Ya nanti kita juga naik angkutan umum, memberikan contoh," tutup Jokowi.

Pahlawan Sepi dari Negeri Kopi

Jakarta - Bila nanti Kabupaten Bireuen, Aceh, mempunyai Taman Makam Pahlawan, barangkali dua makam berdampingan di tempat sunyi itu akan menjadi cikal bakalnya. Meski tampak tak terurus dan sekelilingnya ditumbuhi ilalang, kedua makam tersebut berisi jasad tokoh yang amat penting dalam sejarah perjuangan Aceh, dan Indonesia.

Itulah makam Kolonel Husein Yusuf, bekas Panglima Divisi X Komandemen Sumatera Utara, Langkat dan Tanah Karo, dan istrinya, Letnan Dua Ummi Salamah. Kedua tokoh itu adalah inisiator berdirinya radio darurat Radio Rimba Raya pada Juli 1947.

Sejarawan Aceh, TA Talsya, mengatakan Kolonel Husein mengawali kariernya sebagai guru HIS (sekolah rakyat). Tapi peperangan kemudian membuatnya bergabung dengan Tentara Republik Indonesia, cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

Puncak kariernya adalah saat Kolonel Husein diangkat menjadi Panglima Divisi X, setelah menjabat Kepala Divisi Gajah I. Adapun Divisi Gajah II dipimpin oleh Kolonel Ahmad Tahir. Kedua divisi ini digabungkan menjadi Divisi X.

"Kolonel Husein amat disegani pasukannya dan pasukan lawan," kata Talsya di Banda Aceh pekan lalu. Pada masa kepemimpinannya inilah, dia memesan seperangkat radio dari Malaya dan kemudian ditempatkan di salah satu kamar di rumahnya. Inilah cikal bakal Radio Rimba Raya.

Bagaimana dengan kisah sang istri, Letnan Dua Ummi Salamah? Rupanya, pada saat pesawat radio masih menjadi milik Divisi X, Ummi berjasa dalam memasok tenaga listrik. Biar perempuan, Letnan Ummi ternyata mahir soal listrik.

Diam-diam Ummi mencari kabel yang bisa mengantar tenaga ke pemancar yang berada di Pegunungan Krueng Simpo, 8 kilometer dari Bireuen. Letnan Ummi pun sesekali tampil sebagai penyiar di radio darurat itu.

"Beliau sering jadi penyiar pada sore hari dengan isi pesan memotivasi para pejuang," kata sejarawan Mukhtar Ibrahim.

Tapi perselisihan antara Divisi X dan Gubernur Militer Mayor Jenderal Tengku Muhammad Daud Beureueh, yang memerintah kawasan Aceh, Langkat, dan Tanah Karo, mengubah situasi. Husein kehilangan jabatannya.

Perselisihan itu dipicu oleh upaya restrukturisasi gerilyawan ke dalam Tentara Nasional Indonesia. Banyak anak buah Kolonel Husein yang akhirnya menjadi pengangguran karena dinilai tak layak.

Catatan Kolonel Arifin Pulungan, seorang bekas pembantu perwira operasi di Divisi X, yang dimuat dalam otobiografinya, Kisah dari Pedalaman, menyebut restrukturisasi dan pencopotan Kolonel Husein itu telah membangkitkan bibit perpecahan di Divisi X, meski akhirnya bisa diredam.

Di sinilah, Letnan Ummi, yang kala itu pejabat intel di Divisi X, mengusulkan pembentukan Tentara Pembangunan, yang ditugaskan membuka lahan dan bertani untuk menghidupi dirinya. Para bekas gerilyawan ini kemudian diutus ke sebuah belantara di jalan raya Bireuen-Takengon. Lahan yang mereka buka kemudian disebut Kampung Rimba Raya.

Bak sudah menjadi takdir, Kolonel Husein, yang memimpin Tentara Pembangunan, akhirnya "bersatu" kembali dengan radio yang dirintisnya. Soalnya, pemancar radio itu telah dikirim ke Rimba Raya demi menghindari penggerebekan pasukan Belanda pasca-agresi militer kedua pada 19 Desember 1949.

Kini jasad pasangan suami-istri itu bersemayam di Dusun Jeumpa Gampong, Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Makam sederhana itu hanya diurus oleh keluarga.

Menantu Kolonel Husein, Ali Rasyid Djuli, mengatakan pemerintah tak pernah memperhatikan makam mertuanya itu. Padahal mereka dinilainya layak disebut pahlawan.

Tapi, di sisi lain, Bireuen, salah satu daerah penghasil kopi yang enak di tanah Aceh, rupanya belum mempunyai Taman Makam Pahlawan. Djuli menyatakan, andai kata Bireuen nanti memiliki Taman Makam Pahlawan, mertuanya harus menjadi pendahulu. 

"Awali dengan pemugaran makam Bapak dan Ibu," ujarnya.

Dua Orang Pelajar Tewas Mengenaskan Disambar Kereta Api di Garut

Garut - Dua orang pelajar, MR (13) warga Kampung Kertasari, Desa Cisaat Kecamatan Kadungora dan NJ (14) warga Kampung Talun, Desa Kadungora Garut, tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api Serayu III dengan nomor lokomotif CC2203 yang datang dari Jawa Tengah ke arah Bandung.

Menurut Kasat Lantas Polres Garut, Sulman Aziz, kedua pelajar tersebut melintasi rel kereta api dengan mempergunakan sepeda motor Vario nopol D 4420 TB dari arah Leles menuju Kadungora, siang tadi di Kampung Ujung, Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora Garut.

Namun pada saat melintas, tiba-tiba kereta api Serayu III datang dan menabrak kedua pejar tersebut hingga terpental dan tewas di tempat kejadian perkara.

"Kemungkinan kedua pelajar tersebut tidak menyadarai datangnya kereta api, karena begitu melintas rel, tiba-tiba kereta api datang dan menghantam kedua pelajar," ujarnya, Kamis (28/2/2013) petang kepada wartawan.

Kejadian serupa, menurut Sulman, kerap terjadi di jalur perlintasan kereta api Kampung Ujung, Desa Cikembulan, namun hingga saat ini dijalur tersebut belum juga dipasang pintu perlintasan rel kereta.

"Bukan hanya di kampung Ujung, disejumlah perlintasan KA juga sama dan tidak memiliki pintu perlintasan sehingga cukup berbahaya," ungkap Sulaman.

Sulman berharap PT. KAI segera memasang pintu perlintasan kereta api di Garut untuk menghindari jatuh korban jiwa tertabrak kereta api.

"Seharusnya beberapa pintu rel segera di pasang pintu perlintasan, karena saat ini jalur-jalur yang melintasi tel kereta api sudah mulai padat sehingga rawan terjadi kecelakaan," pungkasnya.

Ahok Minta Pak RT Sosialisasi Keamanan Lingkungan Kepada Warga

Written By C. SUkandi on Rabu, 27 Februari 2013 | 08.59

Jakarta - Untuk mencegah aksi penjahat sadis di lingkungan ibu kota Jakarta, Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta peran Ketua RT untuk melakukan sosialisasi keamanan lingkungan. Pemprov DKI juga akan melakukan survei wilayah untuk mengetahui peta kriminal.

"Kita mau perkuat di RT dan RW, jadi pengamatan kita langsung dari tingkat RT," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (27/2/2013).

Ahok menjelaskan hal itu bisa dilaksanakan jika Kepala Kelurahan setempat memiliki visi dan misi yang sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Dia mengatakan, jika lurahnya sudah bagus maka akan terus mengalir hingga tingkat RT.

"Jadi kita lelang lurah dulu yang sesuai visi dan misi kita, baru kita bisa turun ke RT dan RW," sambungnya.

Ahok juga berencana akan menganggarkan dana melakukan pemetaan wilayah-wilayah. Dengan demikian, tiap wilayah akan terbaca apa saja kejahatan kriminal yang terjadi di tiap daerah.

"Kita juga sudah anggarkan ke Bappeda, ke BPS dan kita akan melakukan survei sampai ke kelurahan untuk punya peta konflik," ucap Ahok.

Pria Diduga Gila Bacok Polisi yang Tengah Menilang Pemotor

Semarang - Benar-benar kejadian yang di luar dugaan. Seorang pria diduga gila tiba-tiba berada di pos polisi dan menyerang seorang polisi dengan golok. Karena tak siap, polisi yang tengah menilang pemotor, terluka di bagian kepala dan jari. 

Peristiwa nahas itu terjadi di Pos Polisi Gayamsari, Rabu (27/2/2013) sekitar pukul 09.00 WIB. Sang polisi, Bripka Sugianto, mendapat 4 jahitan di kepala dan 8 jahitan di jari akibat sabetan membabi buta itu.

Saat kejadian, Sugianto tengah menilang dan mengurus surat-surat di dalam pos polisi. Tiba-tiba pria tak dikenal masuk dan langsung menyabetkan golok.

"Dia (Sugianto) sempat menahan dengan tangan dan mendorong pelaku keluar pos lalu menutup pintu," kata Kapolsek Gayamsari Kompol Juara Silalahi saat dikonfirmasi detikcom.

Pelaku berusaha masuk ke dalam. Ia menggedor-gedor pintu pos menggunakan goloknya. Beberapa saat kemudian, seorang anggota polisi lainnya datang dan meringkus pelaku.

Korban dibawa ke RS Bhayangkara yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Sedangkan pelaku digiring ke Mapolsek Gayamsari. Diketahui pelaku yang berumur 37 tahun tersebut menderita gangguan jiwa.

"Pelaku punya kartu kuning dan terakhir konsultasi ke RSJ di Jl Majapahit tanggal 7 Februari lalu," ujar Juara.

Saat ini, kondisi korban mulai membaik dan sudah diperbolehkan pulang. Pelaku masih diobservasi.

BPPT Lanjutkan Rekayasa Cuaca di Wilayah Hilir Indonesia

Jakarta: Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan Heru Widodo mengatakan, operasi rekayasa cuaca atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan dilanjutkan ke wilayah hilir Indonesia. Di antaranya, wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berlangsung mulai 25 Maret mendatang.

"Kami akan ke Surakarta untuk menabur 4 ton garam di atas Selat Sunda. Kegiatan serupa (TMC) dilaksanakan selanjutnya di Gunung Merapi dan Bojonegoro," kata Heru Widodo di kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (27/2).

Proyek TMC untuk wilayah DKI Jakarta dinyatakan selesai hari ini. Proyek dilakukan dengan menaburkan garam pada awan yang berpotensi hujan (awan bunga kol) untuk mempercepat proses hujan di sekitarnya, sehingga intensitas curah hujan berkurang. Langkah ini dilakukan untuk menanggulangi banjir di Ibu Kota. "Proyek TMC untuk mitigasi banjir Jakarta ditutup pukul 3 sore ini," ucap Heru.

TMC menggunakan dana Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) sebesar Rp13 miliar. BPPT akan melanjutkan proyek TMC ke wilayah Surakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bojonegoro. "Proyek ini menggunakan sisa dana BNPB yang belum habis digunakan itu," lanjutnya.

Dilanjutkannya proyek TMC ke wilayah hilir didasarkan atas mulai masuknya musim penghujan di sana. TMC di sekitar Gunung Merapi, Yogyakarta, dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan hujan agar material lahar dingin tidak meluap ke sungai di sekitarnya. "Ada sekitar 8.000 ton material (lahar dingin) yang ada di atas Gunung Merapi," pungkas Heru.

Diangkat Jadi Wawali Solo, Achmad Purnomo Tebar Janji

Solo: Achmad Purnomo langsung berjanji mampu menjadi pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota terbaik di Indonesia, begitu terpilih menjadi Wakil Wali Kota Solo periode 2010-2015 lewat paripurna pemilihan di Gedung DPRD setempat.

"Saya meyakini pasangan FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo akan bisa menjadi pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota terbaik di Indonesia. Keberadaan saya akan lebih membawa kesejahteraan warga kota," tukas mantan dosen Fakultas Farmasi UGM itu.

Satu jam sebelum pemilihan yang gagal menggunakan mekanisme musyarawah untuk mufakat itu, lawannya yakni calon wawali Teguh Prakosa memang berharap, paripurna tidak memilihnya, sehingga Achmad Purnomo bisa menang dan memangku tugas membantu Wali Kota FX Hadi Rudyatmo hingga tahun 2015 mendatang.

Achmad Purnomo yang merupakan kandidat yang direkomendasi DPP PDI Perjuangan pada 2005 silam pernah menjadi rival Jokowi dalam Pemilu Kada.

Ia yang saat itu berpasangan dengan Istar Yuliardi kalah dari Jokowi yang berpasangan dengan Fx Hadi Rudyatmo. 

Translate

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. . - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger