Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Anak Laki-Laki Kurangi Kehidupan sang Ibu

Written By C. SUkandi on Kamis, 28 Februari 2013 | 23.04

Sebuah penelitian menemukan bahwa melahirkan seorang anak laki-laki bisa mengurangi usia hidup sang ibu. Ditemukan, anak-laki-laki bisa mengurangi kehidupan ibunya hingga rata-rata delapan setengah bulan.

Dan lucunya, efek tersebut tidak berpengaruh sama sekali terhadap sang ayah. Penelitian ini dilakukan oleh ahli ekologi evolusi Dr Samuli Helle dari University of Turku di Finlandia serta Dr Virpi Lummaa dari Universitas Sheffield di Inggris. Hasilnya juga telah diterbitkan di jurnal Biology Letters edisi Februari 2013.

Helle dan timnya melihat keberlangsungan hidup ibu pascamelahirkan pada 11.166 ibu dan 6.360 ayah di Finlandia. "Terlepas dari akses ke sumber daya, ibu dengan banyak anak laki-laki mengalami penurunan kelangsungan hidup pascareproduksi," tulis mereka dalam laporan hasil studi.

Subjek yang diteliti lahir di Finlandia dari berbagai wilayah selama abad 17 sampai 20. Periode waktu ketika sebagian besar masyarakat pertanian belum memiliki akses medis modern.

Para peneliti menemukan bahwa ibu yang melahirkan rata-rata enam anak laki-laki akan hidup rata-rata 32,4 tahun lagi setelah kelahiran putra bungsu. Sementara itu, seorang ibu yang melahirkan anak perempuan akan hidup sekitar 33,1 tahun setelah putri bungsunya lahir.

Harapan hidup lebih pendek juga sama, terlepas dari status sosial atau finansial, meskipun Helle mengatakan bahwa faktor sosial dan budaya juga bisa memainkan faktor.

Helle mengatakan, "Penelitian menunjukkan semakin banyak anak laki-laki yang Anda miliki semakin rendah tingkat keberlangsungan hidup ibu. Itu karena bayi laki-laki cenderung membutuhkan lebih banyak nutrisi dari tubuh ibu selama kehamilan."

Namun, para ibu modern dengan anak laki-laki tidak perlu khawatir karena kondisi kini tentu sangat berbeda dari apa yang dialami para ibu dalam penelitian ini yang sebagian besar lahir sebelum 1960.

Ceftibuten

Deskripsi 

Infeksi, Bakteri, Virus


Ceftibuten adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Obat ini dikenal sebagai antibiotik sefalosporin yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Antibiotik ini hanya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dan tidak akan bekerja untuk infeksi virus, seperti flu.

Kebanyakan Makanan Berlemak Bikin Anak Susah Belajar dan Hiperaktif?

Jakarta, Jika anak lebih suka jajanan berlemak tinggi seperti hamburger atau kentang goreng, para orang tua sebaiknya waspada. Sebab baru-baru ini sebuah studi mengemukakan bahwa mengonsumsi makanan berlemak tinggi selama seminggu saja dapat mengakibatkan ADHD atau hiperaktif dan penurunan kemampuan belajar anak, tak peduli berapapun berat badan si anak.

Peneliti menduga asupan lemak yang berlebihan mengubah mekanisme tubuh dalam memetabolisir dopamine atau senyawa kimia yang memegang peranan kunci dalam mengatur mood atau suasana hati.

Secara rinci tim peneliti dari University of Illinois, AS menemukan bahwa tikus yang diberi makan makanan berlemak tinggi (60 persen) memiliki perilaku yang sangat berbeda dengan tikus yang diberi makan makanan yang rendah lemak (10 persen). Padahal pola makan ala Barat seperti hamburger atau fast food biasanya mengandung lemak sebesar 35-45 persen dan jenis makanan ini marak dikonsumsi anak-anak zaman sekarang. 

"Kami menemukan bahwa pola makan tinggi lemak dapat mempengaruhi metabolisme dopamine di dalam otak tikus dengan sangat cepat sehingga memicu perilaku yang penuh kecemasan dan kesulitan belajar," terang peneliti Gregory Freund dari Division of Nutritional Sciences, University of Illinois. 

"Perubahan metabolisme dopamine di dalam otak ini juga ditemukan pada pasien ADHD dan orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Peningkatan jumlah dopamine yang dimetabolisir pun dikaitkan dengan perilaku kecemasan pada anak-anak," tambahnya.

Menurut Freund, setelah seminggu diberi makan makanan berlemak tinggi, meskipun peneliti tidak melihat adanya penambahan berat badan, perilaku tikus pada kelompok pertama tampak mulai berubah. Tikus-tikus tersebut tampak lebih sering menggaruk-garuk atau menggali tanah dan bermain dengan roda, termasuk enggan menjelajahi ruang terbuka. 

Selain itu, tikus pada kelompok pertama juga menunjukkan penurunan daya ingat dan kemampuan belajar. Hal ini terlihat ketika tikus-tikus tersebut tampak kesulitan menelusuri dan mempelajari pola labirin serta gangguan pengenalan obyek.

"Tapi ketika pola makannya diubah atau lemaknya dikurangi, daya ingat tikus-tikus tersebut memulih hanya dalam kurun waktu satu minggu," catat Freund seperti dilansir dari Daily Mail, Kamis (28/2/2013). 

Kendati menurut peneliti efeknya dapat bertahan lebih lama jika kondisi serupa terjadi pada anak-anak, dari studi ini juga ditemukan bahwa pola makan berlemak tinggi dapat memicu kecemasan dan gangguan daya ingat hanya pada anak yang memang rentan mengalaminya, terutama karena pengaruh genetik atau lingkungan. 

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology.

Tak Perlu Cuci Otak, Cara Gampang Ini Bisa Tangkal Stroke

Jakarta - Metode cuci otak yang pernah dijalani Menteri BUMN Dahlan Iskan konon dipercaya sangat mujarab mengobati stroke. Segala sumbatan pada pembuluh darah otak bisa dicuci bersih sehingga pikiran jadi segar. Sebegitu hebatkah metode ini?

"Stroke adalah penyakit gangguan pembuluh darah otak karena tersumbat atau pecah. Dulu stroke biasa menyerang orang usia lanjut karena penuaan, tapi belakangan juga menyerang orang muda. Tidak pada keduanya dapat dilakukan tindakan thrombolysis (cuci otak) itu," kata dokter spesialis bedah saraf dari RS Abdi Waluyo, dr Wawan Mulyawan SpBS.

Seperti berhasil dihimpun detikHealth, Kamis (28/2/2013), ada cara yang lebih sederhana untuk menghalau stroke, yaitu:



1. Perhatikan asupan gizi
Konsumsi lemak berlebih akan meningkatkan risiko kelebihan kolesterol dalam darah. Hindari makanan cepat saji karena kandungan natrium atau garamnya relatif tinggi. Untuk menangkal kolesterol, perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Sayur dan buah terbukti mengandung banyak anti oksidan dan vitamin. Beberapa penelitian membuktikan manfaat anti oksidan dan serat untuk mengurangi lemak darah, menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskuler.

2. Jaga berat badan
Obesitas meningkatkan risiko stroke 2 kali lipat sebab membebani jantung dan merupakan permulaan meningkatnya kadar kolesterol, hipertensi dan diabetes melitus. Indeks massa tubuh di atas 25 disebut dengan berat badan berlebih dan di atas 30 disebut dengan obesitas.

Obesitas sentral secara konsisten meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat. Tandanya adalah bila lingkar perutnya sebesar 102 cm atau lebih pada laki-laki, sedangkan pada perempuan sebesar 88 cm atau lebih. Obesitas dapat dikontrol dengan diet dan olahraga secara teratur.

3. Ukur tekanan darah
Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko stroke. Segala bentuk hipertensi berkaitan dengan peningkatan risiko stroke. Untuk mewaspadainya, ukurlah tekanan darah secara berkala. Bila tekanan darah di atas 140/90 mmHg, itu artinya menderita hipertensi.

4. Olahraga teratur
Aktivitas fisik terbukti memperbaiki aliran darah, menurunkan kadar kolesterol darah jahat, menurunkan berat badan dan menurunkan tekanan darah. Aktivitas fisik yang bersifat aerobik terbukti menurunkan risiko stroke. Olahraga terbukti pula menurunkan tekanan darah 4-9 mmHg.

5. Kelola stres
Strees dapat meningkatkan tekanan darah, menurunkan daya tahan tubuh, menghambat regenerasi jaringan dan menurunkan sensitivitas insulin sehingga berujung pada diabetes melitus. Beberapa penelitian menemukan katian antara peningkatan risiko hipertensi dan stroke pada orang-orang yang mengalami masalah psikososial yang berat.

6. Hindari rokok
Merokok secara konsisten berkaitan dengan peningkatan penyakit jantung, hipertensi, stroke dan kepikunan. Gangguan ini tidak hanya menyerang orang yang merokok, namun juga perokok pasif. Penelitian telah menunjukkan bahwa merokok akan menurunkan aliran darah ke otak.






Pasca Lahirkan Anak Pertama, Wanita Butuh 6-8 Pekan untuk Siap Bercinta

Jakarta, Pertama kali menjalani proses persalinan tentu bukanlah pengalaman yang biasa bagi seorang wanita, sekaligus menimbulkan trauma yang cukup besar, terutama pada organ reproduksi. Tak heran jika sebuah studi baru dari Australia mengungkapkan bahwa wanita yang baru melahirkan anak pertamanya butuh jeda selama 6-8 minggu agar bisa bercinta lagi dengan suaminya.

Setelah mensurvei 1.507 ibu muda yang tinggal di Melbourne dan baru saja melahirkan anak pertamanya diperoleh fakta bahwa 41 persen responden mengaku baru bisa melakukan hubungan seksual dengan suaminya lagi enam minggu setelah melahirkan, 65 persen butuh jeda hingga 8 minggu, 78 persen butuh waktu 12 minggu namun yang terbanyak yaitu 94 persen responden mengaku baru bercinta lagi dengan pasangan 6 bulan kemudian.

Yang paling sering menunda hubungan seksual adalah wanita yang menjalani operasi caesar dan menggunakan alat bantu persalinan (forcep). Hanya 45 persen yang melahirkan dengan operasi dan 32 persen yang menggunakan alat bantu persalinan tertentu yang mengaku dapat kembali melakukan hubungan seksual dengan pasangan dalam waktu enam minggu.

Sebagian besar penundaan itu diakibatkan oleh adanya sayatan atau robekan di perineum (daerah antara vagina dan anus). Hanya 32 persen wanita yang memiliki sayatan di perineum dan 35 persen yang mengalami robekan yang tak keberatan kembali bercinta dengan suaminya dalam waktu enam minggu.

Namun karena hanya ada 10 persen wanita yang melahirkan anak pertama tanpa merasakan trauma pada perineumnya, wajar jika sebagian besar pasangan lebih memilih untuk mengantisipasi penundaan dimulainya seks vaginal setelah melahirkan.

"Studi ini memberikan informasi yang perlu diketahui setiap pasangan sebelum bayi mereka lahir agar mereka tak perlu cemas dan merasa bersalah karena harus menunda-nunda kembalinya aktivitas seksual pasca persalinan," tandas peneliti Ellie McDonald dari Murdoch Childrens Research Institute di Melbourne seperti dilansir dari Foxnews, Kamis (28/2/2013).

Menurut Mayo Clinic, banyak faktor yang dapat mempengaruhi kembalinya aktivitas seksual pasangan pasca persalinan dan kondisinya bisa berbeda-beda bagi setiap pasangan. Kendati begitu, sebagian besar dokter sepakat untuk merekomendasikan penundaan seks selama 4-6 minggu agar serviks dapat menutup dengan sempurna, pendarahan yang dialami si istri benar-benar berhenti dan robekan perineumnya memulih.

Kalaupun ingin memulai aktivitas seksual kembali pasca persalinan, setiap pasangan disarankan untuk menggunakan alat pengendali kelahiran, apalagi jika pasangan juga tak ingin segera punya anak lagi. Lagipula sejumlah studi menunjukkan bahwa jarak kehamilan yang terlalu pendek erat kaitannya dengan peningkatan risiko komplikasi seperti persalinan prematur dan berat lahir bayi yang rendah.

Studi ini telah dipublikasikan dalam BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology.

Translate

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. . - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger